Minggu, 16 September 2012







 Man of Fire

1.      Buat dokumen baru
Tekan Ctrl + N untuk membuat dokumen baru dengan ukuran 1000 x 1250 pixels dan resolusi 150. Tekan D untuk mereset warna dan klik Filter > Render > Clouds untuk memberi efek awan.
2.      Different Clouds
Klik Filter > Render > Difference Clouds untuk memberi efek awan dengan formasi yang berbeda. Selanjutnya, tekan tombol Ctrl + F secara berulang untuk mendapatkan tekstur awan yang sesuai dengan keinginan.
3.      Buat layer baru
Klik Create a new layer untuk membuat layer baru dengan nama Gradasi. Klik Gradient tool (G). Pada option bar, klik Click to edit the gradient dan bentuklah komposisi gradasi warna seperti pada gambar. Klik Ok.
4.      Gradasi warna
Geser Mouse di atas lembar kerja design mulai dari kiri ke arah kanan untuk memasang efek gradasi warna pada layer Gradasi.
5.      Layer blending
Ubah Layer Blending dari layer Gradasi menjadi Multiply sehingga tampilan desain akan tampak menyerupai objek api yang tergulung.
6.      Gradiasi Warna
Klik Gradient tool (G). Pada option bar, klik Click to open the gradient dan pilih Foreground to Transparent. Geser mouse di atas lembar kerja mulai dari bawah ke arah atas untuk memasang efek gradasi warna pada layer Gradasi.
7.      Clouds
Klk Create a new layer untuk membuat layer baru dan beri nama Api1. Klik Filter > Render > Clouds untuk memberi efek awan.
8.      Difference Clouds
Klik Filter > Render > Difference Clouds untuk memberi efek awan dengan formasi yang berbeda. Selanjutnya, tekan tombol Ctrl + F secara berulang untuk mendapatkan tekstur awan yang sesuai keinginan.
9.      Hapus objek api
Klik Eraser tool (E) dan atur parameter pada bagian option bar. Lalu sapukan mouse untuk menghapus area objek api bagian atas.
10.  Liquify jilatan api
Klik Filter > Liquify. Dengan menggunakan tool-tool yang ada, sapukan mouse secara berulang pada objek api untuk membentuk efek jilatan-jilatan api. Klik Ok.
11.  Gradient map
Klik Create anew fill or Adjustment layer dan pilih Gradient Map. Klik batang gradasi warna pada kotak dialog Gradient Map.
12.  Atur komposisi gradasi warna
Kemudian lanjutkan dengan mengatur komposisi gradasi warna seperti pada gambar. Klik Ok dan perhatikan hasilnya.

13.  Layer blending
Pilih layer Api1. Ubah Layer Blending dari layer Api1 menjadi Lighten sehingga efek jilatan-jilatan api akan tampak lebih natural.
14.  Transformasi objek api
Kemudian tekan Ctrl + T, dan perpendek ukuran tinggi objek api sehingga seolah-olah objek api tampak menyerupai objek lantai api. Tekan Enter untuk mengakhiri proses transformasi.
15.  Atur Opacity
Pilih layer Gradient Map1. Atur nilai Opacity pada posisi 70 agar warna-warna pembentuk objek api tidak tampak terlalu terang.
16.  Sisipkan layer Model
Sementara itu, buka file Img_Model.psd. Drag layer Model ke dalam desain utama dan pastikan layer Model berada di atas layer Gradient Map1.
17.  Layer blending
Pilih layer Model. Tekan Ctrl + J untuk menggandakannya, lalu ubah Layer Blending menjadi Overlay sehingga badan model akan tampak seperti terkena refleksi cahaya api yang ada di sekitarnya.
18.  Duplikasi layer
Pilih layer Api1, tekan Shift dan klik layer Gradient Map1 untuk memilih kedua layer tersebut. Klik Layer > Duplicate Layers untuk menggandakan kedua layer tersebut. Klik Ok saat muncul kotak dialog Duplicate Layers.
19.  Gabung layer
Pastikan kedua layer hasil duplikasi masih terpilih, tekan Ctrl + E untuk menggabung kedua layer tersebut. Ubah nama layer dengan nama Api2 dan letakkan di atas layer Model copy.
20.  Duplikasi objek api
Klik Rectangular Marquee tool (M) dan seleksi sebagian area objek dalam layer Api2 dan tekan Ctrl + J untuk menggandakannya. Ubah nama layer hasil salinan dengan nama Api3.
21.  Membalik objek api
Klik ikon mata layer Api2 untuk menyembunyikan layer tersebut. Pilih layer Api3, klik Edit > Transform > Flip Horizontal untuk membalik objek pada arah horizontal.
22.  Transformasi objek api
Tekan Ctrl + T dan atur posisi objek api pada layer Api3 di bagian kanan bawah desain. Kemudian perpendek ukuran tinggi objek dan tekan Enter untuk mengakhiri proses transformasi.
23.  Seleksi objek api
Klik Regtangular Marquee tool (M) dan seleksi sebagian area objek api dalam layer Api3.
24.  Transformasi objek api
Tekan Ctrl + T dan ubah ukuran tinggi objek api. Tekan Enter untuk mengakhiri proses transformasi dan tekan Ctrl + D untuk menghilangkan area seleksi.



25.  Haps objek api
Pastikan layer Api3 masih terpilih.Klik Eraser tool (E) dan sapukan mouse untuk menghapus area objek api yang tidak terpakai sehingga objek api akan tampak menjilat kaki kiri model.
26.  Layer blending
Ubah Layer Blending pada layer Api3 menjadi Lighten agar objek api tampak transparan.
27.  Buat objek api
Pilih layer Api2. Klik ikon mata layer Api2 untuk menampilkan kembali isi objek dalam layer tersebut. Ulangi langkah 20 s/d 26 untuk menambahkan objek api pada kaki kanan model. Ubah nama layer dengan nama Api4.
28.  Buat area seleksi
Pilih layer teratas dan klik Create a new layer untuk membuat layer baru dengan nama Bara1. Klik Lasso tool ( L) dan bentuklah area seleksi berbentuk huruf S terbalik seperti pada gambar.
29.  Clouds dan difference clouds
Klik Filter > Render > Clouds untuk memberi efek awan. Klik Filter > Render > Difference Clouds untuk memberi efek awan dengan formasi yang berbeda.
30.  Ubah tekstur awan
Selanjutnya, tekan Ctrl + F secara berulang untuk mendapatkan tekstur awan yang memiliki tekstur warna putih yang lebih dominan. Tekan Ctrl + D untuk menghilangkan area seleksi.
31.  Gandakan layer
Pilih layer Gradient Map1, tekan Ctrl + J untuk menggandakannya. Lalu letakkan layer hasil selinan tersebut di atas layer Bara1.
32.  Gabung layer
Pilih layer Gradient Map1 copy masih trpilih, tekan Ctrl + E untuk menggabungkan layer tersebut dengan layer Bara1 yang berada di bawahnya. Prhatikan bahwa warna objek pada layer Bara1 akan berubah menjadi warna api.
33.  Liquify
Tekan Ctrl + J untuk menggandakan layer Bara1. Klik Filter > Liquify. Dengan Forward Warp tool ( W ), sapukan mouse pada sepanjang garis tepi objek api untuk membentuk objek jilatan api. Klik Ok.
34.  Layer Blending
Ubah Layer Blending dari layer Bara1 copy menjadi Screen. Klik ikon mata layer Bara1 untuk menyembunyikan isi objek dalam layer tersebut. Pilih kembali layer Bara1 copy dan tekan Ctrl + J untuk menggandakan layer tersebut.
35.  Liquify
Klik Filter > Liquify. Dengan Pucker tool ( S ), sapukan mouse pada sepanjang objek api untuk merampingkan bentuk objek jilatan api. Klik Ok.
36.  Layer blending
Klik Layer Blending dari layer Bara1 copy2 menjadi Overlay. Tekan Ctrl + J untuk menggandakan layer Bara1 copy2.

37.  Liquify
Klik Filter > Liquify. Dengan Forward Warp tool ( W ), sapukan mouse dengan gerakan memutar pada sepanjang objek api untuk membentuk objek jilatan api. Klik Ok.
38.  Layer blending
Ubah Layer Blending dan layer Bara1 copy3 menjadi Lighten
39.  Grup layer
Pilih semua layer Bara dan klik Layer > Groups layer untuk membentuk grup layer. Klik ganda nama grup layer dan ketikkan nama grup penggantinya, yaitu Bara.
40.  Masking grup layer
Klik Add layer mask untuk menambahkan efek masking. Klik Brush tool (B), atur parameter pada bagian option bar. Tekan D untuk meresat warna. Sapukan mouse untuk menghapus objek api yang berada di atas area dada model.
41.  Dodging
Pilih layer Model Copy. Klik Dodge tool (O), atur parameter pada bagian option bar. Sapukan mouse pada beberapa begian badan model yang terkena refleksi cahaya api, yaitu pada area punggung, lengan, dan dada.
42.  Buat area seleksi
Klik Create a new layer untuk membuat layer baru dan beri nama Sinar. Klik Eliptical Marquee tool (M) dan bentuklah area seleksi pada bagian telapak tangan. Tekan Ctrl + Backspace untuk mengisi area seleksi dengan warna hitam.
43.  Lens flare
Klik Filter > Render > Lens Flare, klik titik pusat cahaya pada bagian tengah lingkaran dan atur parameter lain. Klik Ok. Tekan Ctrl + D untuk menghilangkan area seleksi.
44.  Layer blending dan buat objek sinar
Ubah Layer Blending dari layer Sinar menjadi Screen. Dengan menggunakan langkah yang sama, buatlah babarapa objek sinar pada posisi yang berbeda sehingga hasil akhir desain akan tampak seperti pada gambar di atas.